HOT..!!!

abg

Pengalaman ngentot abg bugil bispak

Tempat fitness saya cowok dan cewek dicampur, biasanya sih para cewek hanya ikut aerobik-nya saja. Jarang ada yang ikut angkat-angkat beban. Takut gede kali, ya! Padahal terus terang saya suka sama cewek yang berbody seperti XENA The Prince of Warrior (tau, khan ?). Nnaahh…kejadian ini berlangsung pada pertengahan 1998. Saat itu hari Selasa, seperti biasa sepulang dari kantor, saya pergi ke tempat fitness. Hari itu ada dua orang cewek baru (maklum…karena hampir setiap hari ke tempat fitness, jadi hafal mana member lama dan mana member baru), satu orang berbody agak gemuk, manis dan yang satunya lagi berbodi kecil dengan buah dada yang kecil, yah berukuran 32-an dan berwajah imut dengan rambut lurus sebahu.Singkat cerita, saya berkenalan dengan keduanya. Si cewek yang berbody agak gemuk, bernama Dhea (nama sudah disamarkan!) menanyakan bagaimana mengecilkan dan mengencangkan badan, sedangkan cewek yang berbody kecil bernama Tika (nama sudah disamarkan!) ingin agar buah dadanya bisa besar dan kencang juga pantatnya agar naik dan padat. Yah…saya ajarin saja. Selesai fitness kami ngobrol ngalor ngidul. Mereka bekerja di suatu hotel, Dhea di bagian keuangan sedangkan Tika di bagian marketing. Ternyata Tika kost yang lokasinya berdekatan tempat kost saya.Seminggu kemudian, selesai fitness Tika mengajak main ke tempat kost-nya. Suasana kamarnya kost-nya cukup apik, tempat tidur busa-nya hanya digelar di atas lantai yang dihampari permadani berwarna biru muda ditutupi dengan bed cover berwarna pink lembut. Di pojok ada lemari es kecil, terus ada televisi 17 inch dan VCD Player. Pokoknya apik penataannya, sehingga membuat betah. Tempat kost-nya campur cewek ama cowok. Dia bercerita kalo Dhea itu suka sama saya dan nitip salam buat saya. Saya hanya tersenyum kecil, lalu saya bilang "Tolong sampaikan salam kembali sama Dhea, terima kasih telah menyukai saya. Tapi mohon ma'af, kalo Dhea bukan cewek tipe saya". Terus si Tika nanya "Emangnya tipe cewek Mas, yang seperti apa sih?". Saya jawab, "Saya suka cewek yang bertipe seperti si Xena". Dia hanya menjawab, "Ooohhh…!!". Saat itu setelah ngobrol ngalor ngidul, saya pamit untuk pulang. Tidak terjadi "hal-hal yang diharapkan". Pokoknya hampir setiap ketemu dengan Tika selalu menyampaikan salam dari Dhea.Sebulan kemudian, saat setelah selesai fitness hujan turun dengan deras. Sambil menunggu hujan agak reda saya dengan Tika ngobrol ngalor ngidul. Hari itu Dhea tidak fitness karena ada kerja lembur, maklum akhir bulan. Saat itu jam menunjukkan pukul 21:15 dan hujan mulai agak reda."Mas, pulang yok !", sela Tika."Ayo!", sahutku. "Tapi anterin Tika, yah!", rengek Tika. Saya cuma memberikan anggukan.Sesampainya di tempat kost Tika. Sebelum masuk kamarnya, Tika menawarkan minuman, "Mau minum apa Mas, yang dingin atau yang hangat?". Saya jawab, "Kalo ada kopi, boleh juga tuh !". Lalu setelah menyajikan Kopi, Tika bilang, "Saya mau mandi dulu ya, Mas?". "Silahkan!", sahut saya.Sambil menunggu Tika mandi saya keluarkan rokok, terus saya nyalakan. Nikmat sekali, apalagi ditemani dengan secangkir kopi panas.Tika masuk kembali dengan rambut yang masih basah dengan memakai celana pendek yang agak longgar dan t-shirt ngatung warna putih. Kelihatan sekali paha putihnya dan juga buah dada yang walaupun kecil tapi kelihatan menantang, karena ternyata si Tika tidak memakai BH."Wah…enak lho, Mas! Abis mandi segerr…", kata Tika. Terus Tika menawarkan, "Mas mau mandi, nggak?".Karena memang penat setelah berbody building, aku jawab "Mau…dong…!".Selesai mandi, saya hanya mengenakan celana pendek dengan handuk dikalungkan di leher. Pas saya masuk ke kamar, Tika agak gugup. "Kenapa sih?", kataku. "Ah…enggak…", sahut Tika. Dan saya lihat ternyata Tika sedang menonton VCD, entah film apa yang ditonton. Terus saya tanyakan, "Film apaan sih?". Setelah saya lihat ternyata film Kamasutra. Terus saya bilang,"Kenapa dimatikan?". Sambil tersipu (menjadikan tambah imut) Tika mengguman,"Abiss…malu sih?".Akhirnya, saya nyalakan kembali VCD tersebut. "Kamu suka juga yah nonton VCD BF?", kataku."Emmhh…baru pertama, koq!", guman Tika.Selanjutnya kami asyik menyimak film tersebut, kami duduk agak berjauhan. Tika menyender di tembok, sedangkan saya ber-sila.Saya lihat Tika tidak enak duduk, sebentar-sebentar dia ganti posi duduk, asalnya selonjoran, terus sila, terus kedua kakinya diangkat dengan dagu ditempelkan.Tiba-tiba Tika mengguman lirih,"Masss…sini dong? Tika kedinginan, nih!". Saya tidak menyangka akan hal ini, walaupun memang ini yang diharapkan. He…he…he… Saya terus mendekat kepadanya, sehingga kami bersandar di tembok. Tika langsung merebahkan kepalanya ke dada saya. Saya jadi kaget untuk yang kedua kalinya. Untung tidak jantungan.Untuk yang ketiga kalinya saya dibikin kaget oleh Tika,"Mas…ganti dong Film-nya, terlalu banyak ngobrolnya. Tolong ambilin di lemari kecil itu", sambil menunjuk ke arah lemari yang dimaksud. Terus saya beranjak ke arah lemari tersebut, dan saya jadi kaget lagi untuk yang kesekian kalinya. Ternyata dalam lemari tersebut ada sekitar 10 buah VCD BF. Saya ambil semua, saya serahkan sama Tika. Terus Tika mengambil satu yang berjudul The Phoneix. Saat itu jam 23:15.Setengah jam setelah nonton, saya lihat Tika makin gelisah. Sambil tetap saya peluk, saya lihat tangannya mengusap-ngusap pahanya, naik sampe ke arah memeknya. Demikian terus menerus. Melihat kegiatan yang Tika lakukan, maka saya pun jadi konak. Tangan saya yang sedang meluk Tika, bergeser turun ke arah buah dadanya, agak ragu juga sih. Tapi begitu tangan saya sampe di buah dadanya, si Tika malah makin membusungkan dadanya. Tangan saya masuk dari bawah kaosnya merayap ke arah buah dada sebelah kiri. Saya remas pelan, terus saya raba putingnya yang sudah mengeras, saya pelintir-pelintir pelan. Tika menaikkan pinggulnya, sambil mendesah,"Ooohhh …. Mmhhaasss ….". Saya yang mendengar desahan tersebut makin konak saja. Posisi saya dengan kaki berselonjor dan Tika duduk di depan saya diantara ke dua paha saya. Menjadikan saya lebih leluasa untuk meremas buah dadanya. Tangan kiri saya masih terus meremas buah dada yang kiri, sedangkan tangan kanan saya mencoba membuka t-shirtnya. Ternyata Tika mengerti apa yang saya kehendaki. Sekarang bagian atas Tika sudah toples, saya lihat buah dadanya yang kecil tapi indah dengan puting berwarna agak kecoklatan dan sudah mengeras, ditambah dengan kulitnya yang kuning langsat. Melihat pemandangan seperti itu dari arah belakang atas punggungya menjadikan saya makin bertambah nafsu untuk menjadikan Tika lenih terangsang. Cerita film sudah tidak disimak lagi, malahan kami yang sekarang sedang beradegan. He…he…he… Setelah yang kiri, tangan saya beralih ke arah buah dada yang kanan. Tangan kanan saya merayap mengusap pahanya, terus beralih ke arah memeknya yang masih ditutupi celana pendeknya. Saat tangan kanan saya meraba memeknya, sambil bersandar ke dada saya, pinggul Tika dinaikkan, sambil mendesah, "Ahhh … ahhhhh ……. Oohhh …". Terus tangan kanan saya naik ke arah perutnya, pas di pusarnya saya elus-elus, terus menyelinap ke dalam celana pendeknya, saya raba lagi memeknya yang masih dibungkus dengan CD satinnya. Tangan saya gosokan naik turun di antara celah memeknya. Tika makin melentingkan pinggulnya. Karena ditempat kost, Tika hanya mendesah "Ahhhh … ooohhhh …. aaahhhh …". Tangan kanan saya lalu menyusup ke arah memeknya melalui celah-celah CD-nya dekat pangkal paha, dan memang sudah basah. Terus saya cari Clit-nya, yang sudah menonjol keluar, sehingga memudahkan untuk menggosoknya. Saya usap pelan-pelan, makin lama saya gosok makin cepat. Pinggul Tika makin melengking dengan raut wajah yang sudah sangat terangsang. Tika hanya bisa mengeluarkan desah, "Aaauuuhhhh ….. ooohhhhh …..". Makin lama jari tangan kanan saya pasif, yang aktif makin keras adalah goyangan pinggul Tika, naik turun makin cepat.Dan akhirnya Tika sampai pada klimaksnya kedua tangannya memeluk bahkan hampir mencekik leher saya, sambil berteriak lirih, "AAAAUUUHHHHH ….. MMMHHHAAASSSSS ……OOOOOHHHH…". Tubuhnya lemas bersandar di dada saya. Sambil kepalanya tengadah, saya kecup bibirnya. "Terima kasih, Mas…", ujarnya lirih. Saat itu sudah jam 24:30. Saya pamit untuk pulang. Sejak saat itu kami selalu melakukan hal yang sama, tetapi tidak sampai Coitus. Karena saya pernah mencoba melakukan Coitus, tetapi Tika tidak mau. Dan kebetulan Tika suka mengulum batang kemaluan saya. Maka dalam melakukan percumbuan, timbal baliknya adalah setelah Tika orgasme, gantian Tika yang mengulum batang kemaluan saya.Dalam melakukan percumbuan, tidak mesti saya melakukan Coitus. Saya merasa puas dan senang bila cewek tersebut terpuaskan oleh saya..
Blogs - Indo Seksi - Foto ABG 17 tahun bugil Foto artis bugil ... Discover the wisdom of mankind on Foto artis bugil indonesia at BlinkBits.www.blinkbits.com/bits/viewtopic/indo_seksi_-_foto_abg_17_tahun_bugil?t=12245665 - 30k - Gadis Indonesia....: ABG Bugil.... ABG Bugil. ... BikinEngine - Popular Queries. cewek cina bugil · chord sebelum cahaya - letto · midi lagu rohani · video perkosaan ...mamatmimit.blogspot.com/2006/05/abg-bugil.html - 200k - i X Pose: ABG masih SMP telanjang bugil dan Pramugari Lion Air ABG masih SMP telanjang bugil dan Pramugari Lion Air. ABG masih berseragam sekolah SMP perlihatkan memek, Wiwid Go! ABG masih SMP memek diobok obok Go! ...ixpose.blogspot.com/2006/09/abg-masih-smp-telanjang-bugil-dan.html - 34k - Abg bugil Foto Gadis Seksi - Abg bugil. abg indonesia telanjang abg anti virus abg bugil abg telanjang abg asian abg cewek foto gadis panggilan sex abg abg free abg ...picture.forex-trading-currency.com/foto/abg-bugil/ - Digg - Gadis Bugil dan Ngentot ABG Gadis Bugil dan Ngentot ABG. Wah sedappp liat gadis bugil sedang action di kantor keliatan memek dan toketnya yang montok … enak nih kalo di ngentot siapa ...www.digg.com/celebrity/Gadis_Bugil_dan_Ngentot_ABG - 22k -

Nikmatnya mengocok kontol dalam mulutku

Suatu hari mbak Ana pulang ke rumah ortunya di kota lain. Tinggallah mas Arman sendiri di rumah, pembantu mereka hanya bekerja pagi sampai siang, kemudian pulang. Sore itu, aku meminjam motor mas Bayu untuk ke supermarket. mas Bayu nitip dibelikan keperluan dapur yang kurang. Sepulang dari supermarket, aku tidak langsung pulang tapi ikutan nonton dvd yang baru disewa mas Bayu.

"Nes, kamu bisa mijit, badanku pegel2 nih", pinta mas Bayu. "Bisa mas dikit2 tapi ya tidak seahli tukang pijit beneran", jawabku. "Emangnya ada tukang pijit boongan", goda mas Bayu sambil mengajakku masuk kamarnya. Aku jadi menebak2 mas Bayu pengen dipijit atau mijit aku nih, tapi kuturuti ajakannya masuk kamarnya. Mas Bayu berbaring telungkup di ranjang dan aku mulai memijit kakinya, mulai dari telapak kaki sampai ke paha. Otot kaki dan pahanya keras, artinya mas Bayu cukup sering berolahraga. "Mas suka olahraga ya, ototnya kenceng gini", kataku. "Iya Nes,
suka fitnes, mau ikutan?" tanyanya. "Boleh, kapan mas Bayu fitnes, Ines ikutan ya", jawabku. Aku sengaja memijat bagian paha sebelah dalam, sekalian untuk ngetes mas Bayu punya udang dibalik bakwan gak. “ Aduh Nes enak tapi geli,” katanya setiap kali kusentuh paha sebelah dalam. Dia mengangkangkan pahanya dan sesekali kusenggol selangkangannya, terasa ada sesuatu yang keras didalamnya. Rupanya dia udah mulai terangsang dan ngaceng. Pijatan beralih ke pantat dan
punggungnya. Bagian ini masih tertutup celana pendek dan kaosnya. "Mas enaknya kaosnya dibuka deh supaya mijetnya bisa tuntas", kataku dan dia langsung melepas kaosnya dan kembali telungkup. Punggungnya juga berotot. Pijatanku mulai dari bagian bahu. Aku mengambil posisi mengangkangi badannya. Setelah bahu dan punggung, kini pijatanku mengarah ke bongkahan pantatnya. Mulanya aku memijat dari luar celananya, tapi gak bisa tuntas. "Mas, celananya mengganggu nih", kataku. "Dilepas aja ya Nes", jawabnya sambil langsung melepas celana pendeknya. Sekelebat tampak k ontolnya menonjol sekali dibalik cdnya, kelihatannya besar dan
panjang dan sudah keras sekali. Dia kembali menelungkup. Pijatan mulai mengeksploitir bagian pantat dan pangkal paha. Jariku memijit belahan pantatnya dan hampir menyentuh biji pelernya. Mas Bayu sepertinya tidak perduli dengan jamahanku,. Selesai dengan pantatnya, aku minta dia telentang. Benar penglihatanku, k ontolnya besar dan panjang sampai kepalanya nongol dari bagian atas cdnya. "Ih mas Bayu, ngaceng ya", katm manja sambil menduduki k ontolnya. Terasa sekali
k ontol itu mengganjal pantatku. Aku mulai lagi dari bahu, untuk melemaskan bagian itu. Perlahan-lahan lalu turun ke bawah kedadanya. Dia hanya tersenyum saja memandangi wajahku. "Kamu cantik sekali Nes", katanya merayu, sepertinya dia sudah tidak bisa mengendalikan napsunya. Aku sengaja menggeser2 pantatku di k ontolnya. Pentilnya tampak mengeras, dan sesekali kupilin. Aku minta dia menarik nafas ketika kupilin pentilnya lalu pelan-pelan menghembuskannya. "Nes", lenguhnya. "Kenapa mas, sakit ya pijitan Ines". "Enggak sakit kok Nes, merinding semua badanku".

Setelah puas memlintir pentilnya aku mulai turun ke perut. Perutnya kencang dan tidak berlemak, kepala k ontolnya yang nongol dari atas cdnya seakan mengundangku untuk meremasnya. Aku juga terangsang melihatnya. Aku lalu menekan bagian bawah perutnya untuk kosorong keatas. Dari perut aku mulai menelusur bawah sampai menyentuh kepala k ontolnya. Dia memejamkan mata
sementara aku terus memijit lembut dipangkal paha sampai keselangkangannya sambil sesekali menyenggol k ontolnya dengan menggosokkan punggung tangannya kek ontolnya. "Nes, kamu udah sering ngeliat k ontol ya", katanya to the point. Aku kaget juga atas pertanyaannya. "Belum mas, baru pertama kali ini, besar ya", kataku berbohong. "Kalau mau liat, turunin aja cd ku", katanya lagi. Perlahan jari kuselipkan di karet cdnya dan menurunkan cdnya perlahan2 sampai lepas. Nongollah
k ontolnya yang berdiri tegak, besar dan panjang dengan bulu rambut yang lebat bersambung sampai kepusar dan dada. "Pegang" katanya singkat dan akupun menuruti sambil mengusap pelan-pelan. Tangannya mulai berkeliaran, membuka baju kaosku, bra kemudian celana pendek gombrangku. Tinggal CDku yang belum kulepas. Aku dibaringkannya dan kemudian dia melumat bibirku, dan terus menjilat sampai ke toketku yang besar dengan pentil yang merah coklat. Saat dia mengulum toketku, aku mulai menggelinjang apalagi jarinya mulai menerobos CDku dan dengan
lembut menggosok bibir n onokku. Aku bergetar sambil berdengus pendek "Uh..uuh..uuhh..". CDku kemudian dilorotkan dan dibukanya pahaku lebar-lebar. Dia tertegun melihat bibir n onokku yang tipis memerah yang diselimuti jembut yang lebat. "Nes, jembut kamu lebat sekali ya. Pasti napsu kamu besar ya. Kamu pernah nge ntot Nes", tanyanya. Aku diem saja karena sudah sangat terangsang akibat jilatannya diselangkangku. "Mas", aku mendesah ketika lidahnya mulai
beroperasi ketengah-tengah n onoknya. Gerakan refleksku menarik paha keatas dan posisi yang kian membuka menambah leluasa lidahnya bekerja lebih dalam ken onoknya. Cairan n onokku mulai tumpah membuat dia tambah ganas, dan mulai menyedot keras i tilku. Ujung lidahnya bermain lincah, dalam, menelusuri menggesek permukaan dalam n onokku membuat aku tambah bergetar menahan rangsangan kenikmatan. "Uh..uuhh..uuuhhh.." eranganku tambah keras dan pahaku menjepit keras kepalanya dengan kaki yang melingkar kepunggungnya. Dia memutar tubuhnya
pelan sambil terus menyedot n onokku. Posisi 69, aku disuruhnya mengulum kepala k ontolnya yang besar itu. Lidahku mulai bermain diantara belahan kepala k ontolnya. Kami berpacu terus dengan posisi 69 sampai "maas...uuuuhhhh..", badanku menggelinjang hebat sambil mengerang keras dengan suara tertahan karena kepala k ontolnya masih terbenam dalam mulutku. Aku dah nyampe dan kulepaskan k ontolnya dari mulutku.

Mas Bayu masih telentang dengan k ontolnya masih tegak karena belum tuntas. Dia menyuruhku naik keatas perutnya. "Mas, Ines belum pernah", kataku berbohong lagi. "Ayo aku ajarin", jawabnya. Dia berbaring dengan bantal 3 susun dipunggung dan kepalanya sambil menyuruh aku duduk diatas k ontolnya yang sengaja diposisikan kearah pusar. Aku duduk mengangkang dengan bibir n onok menempel dik ontolnya, aku mulai menggerakan pantatnya maju mundur perlahan. "Ah..nikmatnya Nes, aku masukin ya.."gumamnya sambil menahan kenikmatan karena goyangan pantatku. Beberapa saat kurasa cairan n onokku mulai mengalir membasahi k ontolnya, aku makin terangsang. Gesekanku makin menggila membuat aku tersentak-sentak saking nikmatnya. Dia mulai meremas2 toketku yang montok. "Isap ..mas" dan dia melengkungkan badannya berusaha mengulum toketku. "Uuuhhh..uuuuhhh.., terussss maas..."pintaku sambil bertambah cepat menggesek n onokku kek ontolnya. Lebih dari 15 menit kemudian aku mengerang tersendat kenikmatan. Dia tau aku akan nyampe lagi, "Ayo putar badanmu" dan secepatnya aku berbalik dengan n onokku menantang didepan mulutnya. Dia menarik pantatku dan lagi-lagi disedotnya bibir
nonokku sambil sesekali lidahnya dijulurkan mengilik itilku. kontolnya Ttrbenam lebih dari separuh dimulutku, kepalaku turun naik mengocok kontolnya dalam mulutku. Erangan tertahan dan desahan kenikmatan mengiringi puncak permainan. Tiba-tiba aku menekan pantatku kuat-kuat kemulutnya sambil mendesah panjang dengan k ontolnya dimulutku ..."Maas..ooohh". Diapun demikian, dikepitnya kepalaku dengan kakinya ...dan ...creet..creet..creeettt... pejunya ngecret semuanya
dimulutku.
HOME